Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung fokus memperkuat langkah untuk memperbaiki pertumbuhan sektor budidaya udang vaname yang hingga saat ini mengalami berbagai tekanan.

“Kita terus berupaya mencari solusi bersama kementerian terkait, bagaimana solusi aktual agar tambak udang di Babel dari hulu ke hilir ini maksimal, mulai dari proses benih, pakan yang baik, harganya bagus dan diterima di pasar global,” kata Kepala DKP Babel, Yopi Wijaya usai membuka Seafood & Shrimp Seminar: From Farm To The Table, Hulu hilir berkelanjutan dari Indonesia untuk dunia di Pangkalpinang, Sabtu (22/11/2025).

Yopi mengatakan DKP Babel terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan usaha petambak, termasuk menstabilkan harga, menekan biaya produksi serta mendorong peningkatan kualitas dan mencegah terjadinya penyakit dengan melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Dari sisi pemerintahan DKP Babel terus melakukan pengawasan agar harga bagus karena sekarang harga udang tidak baik-baik saja dan ada penolakan dari Amerika Serikat karena udang yang kita kirim terpapar penyakit,” ujarnya.

Menurutnya sektor perikanan budidaya, khususnya udang vaname memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah karena potensi pesisir yang mencapai 572 pulau dan wilayah laut 80 persen dari total luas Babel, pemerintah ingin memastikan potensi ini tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat.